Feeds:
Tulisan
Komentar

Ringkasan cerita

Meninggalkan rumah Dursley

Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.

Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: “Aku membuka pada penutup” (bahasa Inggris: “I open at the close“). Walaupun ketiganya belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan horcrux-horcrux Voldemort.

[sunting] Pencarian Horcrux

Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan “R.A.B.” yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.

Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang “warisan Dumbledore” yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.

Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu – sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap.

[sunting] Relikui Kematian

Simbol Relikui Kematian (the Deathly Halows)

Simbol Relikui Kematian (the Deathly Halows)

Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat digunakan oleh Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relikui Kematian (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.

Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean Thomas, Ollivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya.[HP3] Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.

Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.

[sunting] Pertempuran Hogwarts

Di Hogsmeade, Aberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2] Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri tapi juga menghancurkan mahkota itu.

Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore.[HP6] Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.

Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanya, Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil “mengalahkan maut” dengan menyatukan ketiga Relikui Kematian, mendapat pilihan untuk “meninggalkan dunia” atau kembali hidup di dunia.

Harry hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.

Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relikui Kematian itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang telah patah.

[sunting] Epilog

Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King’s Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.

Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berciuman dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, “Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu.”

Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.

Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. Ia memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.

Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.

Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.

Berakhir di sini.
  • Harry menjadi seorang Auror di Kementerian Sihir dan kemudian diangkat sebagai Kepala Departemennya. Ia tetap menyimpan motor Sirius yang sudah diperbaiki oleh Arthur Weasley, tapi ia sudah tidak lagi bisa berbicara Parseltongue setelah hancurnya bagian jiwa Voldemort yang ada di dalam dirinya.
  • Ginny Weasley bermain untuk tim Quidditch Inggris dan Irlandia, Holyhead Harpies selama beberapa waktu, dan kemudian menjadi jurnalis kepala untuk Quidditch di Daily Prophet.
  • Ron bekerja selama beberapa saat bersama George di tokonya, Weasleys’ Wizard Wheezes, dan belakangan menyusul Harry menjadi Auror.
  • Hermione menemui orang tuanya di Australia dan menarik Mantera Perubahan Memori yang dikenakannya kepada mereka. Ia pada mulanya bekerja di Kementrian Sihir pada Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib, secara besar-besaran memperbaiki kehidupan para peri-rumah dan makhluk sejenisnya. Ia belakangan pindah ke Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir dan membantu menghapuskan hukum yang sangat pro-darah murni.
  • Rowling menjelaskan bahwa Albus Dumbledore adalah seorang yang berorientasi gay dan mengalami cinta tak berbalas dengan Gellert Grindelwald.[12]

Rowling juga menceritakan tentang masa depan para tokoh lainnya:

  • George Weasley menjalankan toko leluconnya yang sangat berhasil, yang dibantu Ron pada awalnya. George menamai anak pertamanya Fred, mengikuti kembarannya yang telah tewas.
  • Luna Lovegood berpetualang ke berbagai tempat di dunia untuk mencari makhluk-makhluk yang aneh dan unik. Ia akhirnya menikah dengan Rolf, cucu dari seorang naturalis terkenal, Newt Scamander, penulis buku Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan.[11] Majalah sihir milik ayahnya, The Quibbler, telah kembali ke kondisi biasanya yang “memuat berita-berita aneh” dan dihargai untuk humornya yang tak disengaja.
  • Firenze diterima kembali ke kawanannya, yang akhirnya mengakui bahwa kecenderungannya yang pro-manusia bukanlah sesuatu yang memalukan tetapi terhormat.
  • Dolores Umbridge ditahan, diinterogasi, dan dipenjarakan atas kejahatan terhadap para penyihir kelahiran Muggle.
  • Cho Chang menikahi seorang Muggle.[13]
  • Neville Longbottom akhirnya menikah dengan Hannah Abbott.[14]

Terjadi perubahan besar di dunia sihir secara luas:

  • Kingsley Shacklebolt menjadi Menteri Sihir, dengan Percy Weasley yang bekerja di bawahnya sebagai pejabat tinggi. Salah satu reformasi yang dibuat oleh Shacklebolt, Azkaban tidak lagi mempergunakan Dementor sebagai penjaganya. Hasilnya, dunia menjadi “tempat yang lebih cerah”.
  • Harry, Ron, dan Hermione juga telah mewarnai perubahan Kementerian menurut kemampuan mereka masing-masing.
  • Di Hogwarts, Asrama Slytherin menjadi lebih cerah dan tidak lagi menjadi kubu darah-murni sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya. Namun demikian, reputasi gelapnya tetap ada.
  • Kutukan Voldemort atas posisi Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam juga turut lenyap menyusul kematiannya, sehingga sekarang sudah ada guru Pertahanan yang permanen.
  • Lukisan Snape, yang sebentar saja menjabat Kepala Sekolah Hogwarts setelah kematian Dumbledore, tidak muncul di dinding kantor kepala sekolah karena ia meninggalkan posnya. Harry berusaha untuk melobi agar lukisan Snape ditambahkan di sana, dan mengungkapkan kepada semua orang akan kesetiaan Snape yang sesungguhnya.


Rupert Grint sebagai Ron Weasley dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire (film).
Ronald Weasley
Jenis kelamin Pria
Warna rambut Merah
Warna mata Biru
Asrama Gryffindor
Keturunan Pure-blood
Aliansi Dumbledore’s Army,
Hogwarts
Diperankan oleh Rupert Grint
Pemunculan pertama Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.

ron weasley


Rupert Grint sebagai Ron Weasley dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire (film).
Ronald Weasley
Jenis kelamin Pria
Warna rambut Merah
Warna mata Biru
Asrama Gryffindor
Keturunan Pure-blood
Aliansi Dumbledore’s Army,
Hogwarts
Diperankan oleh Rupert Grint
Pemunculan pertama Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.

hermione granger…

Karakter Harry Potter
Hermione Granger
Emma Watson sebagai Hermione Granger dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix.
Hermione Jane Granger
Jenis kelamin Perempuan
Warna rambut Coklat
Warna mata Coklat
Asrama Gryffindor
Keturunan Kelahiran-Muggle
Aliansi Dumbledore’s Army,
Hogwarts
Diperankan oleh Emma Watson
Pemunculan pertama Harry Potter dan Batu Bertuah.

hoGwarTs ScHooL

Pendiri Hogwarts

Hogwarts didirikan oleh empat penyihir hebat bernama Godric Griffindor, Salazar Slytherin, Rowena Ravenclaw, dan Helga Hufflepuff pada sekitar tahun 1000 M. Nama-nama mereka kemudian dijadikan sebagai nama asrama murid-murid Hogwarts yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan keempat pendiri tersebut.

Berkaitan dengan Salazar Slytherin, diceritakan dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia bahwa Slytherin membangun sebuah kamar rahasia yang dihuni oleh monster yang hanya bisa dikendalikan oleh keturunan Slytherin (belakangan diketahui kalau monster ini adalah Basilisk, ular raksasa yang bisa membunuh hanya dengan pandangan matanya). Slytherin membangun kamar rahasia ini dengan harapan agar cita-citanya untuk menjadikan Hogwarts sebagai sekolah sihir hanya untuk mereka yang berasal dari keluarga penyihir dapat terwujud.

Lokasi

Lokasi Hogwarts sangat dirahasiakan oleh dunia sihir, khususnya terhadap komunitas Muggle (komunitas non-sihir, yaitu orang-orang yang tidak memiliki kemampuan sihir). Rowling menyatakan bahwa Hogwarts terletak di daerah bergunung-gunung dan di salah satu daerah terpencil di Skotlandia, Inggris, di dekat sebuah desa bernama Hogsmeade.[1]

Hogwarts juga dilindungi dengan banyak sihir oleh setiap kepala sekolah yang sedang menjabat untuk melindungi baik dari komunitas muggle maupun komunitas penyihir. Untuk menyembunyikan keberadaan Hogwarts dari komunitas Muggle, bangunan Hogwarts diperlihatkan sebagai rumah tua yang tidak berpenghuni. Terhadap penyihir, Hogwarts dilindungi dari “penyihir-yang-tidak-diundang”. Bahkan penyihir terbaik pun tidak bisa mempergunakan ilmu “apparate” dan “disapparate” (secara sihir menghilang dari satu tempat dan langsung muncul kembali di tempat lain) untuk datang ke dan pergi dari Hogwarts. Walaupun demikian, dalam beberapa bagian dari serial ini, ada celah-celah tertentu yang tanpa sadar tidak terlindungi oleh kepala sekolah, sehingga akhirnya dapat juga dimasuki oleh pihak-pihak lawan.

Di dekat Hogwarts terdapat suatu desa yang hanya dihuni oleh komunitas sihir, Hogsmeade. Murid-murid Hogwarts dapat memperoleh ijin untuk mengunjungi Hogsmeade mulai tahun ketiga mereka dengan menyertakan ijin dari orang tua/wali.

Di setiap akhir tahun ajaran, murid-murid Hogwarts wajib mengikuti ujian-ujian sesuai dengan pelajaran yang diambilnya. Namun ada ujian khusus yang perlu diambil di tahun kelima dan ketujuh. Di akhir tahun kelima, mereka wajib mengambil ujian O.W.L (Ordinary Wizarding Levels). Sedangkan di akhir tahun ketujuh, mereka akan mengikuti ujian N.E.W.T (Nastily Exhausting Wizarding Tests).

[sunting] Asrama Hogwarts

Hogwarts memiliki 4 asrama yang diberi nama sesuai dengan keempat pendiri Hogwarts, dimana sebelum diterima di sekolah ini, para murid akan diseleksi menggunakan topi seleksi, di asrama mana mereka akan ditempatkan. Masing-masing asrama memiliki ciri masing-masing, baik dari warna maupun sifat dari anggota asrama tersebut. Asrama-asrama tersebut adalah Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw dan Slytherin.

[sunting] Slogan

Slogan Hogwarts adalah draco dormiens nunquam titillandus (bahasa Latin) yang secara harafiah berarti “seekor naga tidur jangan digelitiki/dipermainkan” atau di Indonesia lebih sering diterjemahkan sebagai “jangan mengganggu naga yang sedang tidur“.

[sunting] Staf dan pengajar

  • Profesor Albus Dumbledore
    Kepala Sekolah Sihir Hogwarts. Sebelumnya menjabat sebagai guru Transfigurasi saat Tom Marvolo Riddle (Lord Voldemort) masih bersekolah di Hogwarts. Ia memiliki seekor burung phoenix bernama Fawkes dan dahulu, Dumbledore-lah yang menitipkan Harry pada keluarga Dursley. Di akhir buku ke-enam, Dumbledore dibunuh oleh Severus Snape dengan mantra Avada Kedavra.
  • Profesor Minerva McGonagall
    Wakil kepala sekolah yang mengepalai Asrama Gryffindor. Guru Transfigurasi pada masa Harry bersekolah. Ia dikenal mempunyai karakter bijak, tegas, dan adil. Belakangan, ia menjadi kepala sekolah setelah Dumbledore terbunuh.
  • Profesor Filius Flitwick
    Guru Jimat dan Guna-guna (en: Charms, selanjutnya diterjemahkan sebagai Mantra). Perawakannya cebol–kemungkinan keturunan goblin–dan bersuara nyaring. Mengepalai Asrama Ravenclaw.
  • Profesor Pomona Sprout
    Guru Herbologi yang mengepalai Asrama Hufflepuff. Ia selalu berpenampilan kusut, berantakan dan pakaian yang dikenakannya biasanya terdapat noda tanah atau lumpur.
  • Profesor Severus Snape
    Guru ramuan yang sejak kedatangan Harry sudah membencinya seperti dulu Snape membenci ayahnya (james Potter). Ia memiliki kepercayaan penuh Dumbledore walaupun ia adalah bekas Pelahap Maut namun belakangan diketahui ia adalah agen ganda dan kemudian membunuh Dumbledore (di Pangeran Berdarah=Campuran). Pada buku ketujuhHarry Potter, dan Snape dibunuh oleh Voldemort. Dulu saat ia masih menjadi murid hogwarts, ia adalah musuh bebuyutan James Potter dan kelompoknya, tapi ia juga pernah diselamatkan oleh James Potter saat ia menyusup ke pondok menjerit untuk mengintip Lupin yang sedang bertransformasi menjadi manusia serigala.
    kemudian diketahui bahwa ia membunuh Dumbledore atas permintaan Dumbledore sendiri, dan Snape pernah beberapa kali menyelamatkan
  • Profesor Binns
    Guru Sejarah Sihir, satu-satunya guru berwujud hantu. Diceritakan bahwa dulunya dia meninggal ketika duduk di depan perapian dan tak pernah sadar bahwa dirinya sudah mati meskipun sudah menjadi hantu. Binns mengajar dengan cara yang monoton sehingga kebanyakan murid tertidur di kelasnya.
  • Profesor Sibyll Patricia Trelawney
    Guru Ramalan. Cara bicaranya dramatis dan suka sekali meramalkan kematian murid-muridnya (salah satunya adalah Harry). Dia adalah peramal yang dahulu pernah menyampaikan ramalan tentang Voldemort dan Harry kepada Dumbledore.
  • Profesor Anna Vector
    Guru Arithmancy.
  • Profesor Sinistra
    Guru Astronomi.
  • Profesor Quirrell
    Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun pertama Harry. Ia adalah remaja yang canggung dan cara bicaranya terbata-bata. Ia merupakan orang yang berhasil dipengaruhi Voldemort untuk menjadi induk semangnya. Tubuhnya hancur di ruangan Batu Bertuah.
  • Profesor Gilderoy Lockhart
    Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun kedua Harry. Ia adalah seseorang yang sangat sombong namun terkenal dan memiliki banyak penggemar. Buku-buku yang berisi petualangannya melawan sihir hitam semuanya adalah bohong. Ia hanya mendengar pengakuan atau cerita dari orang-orang yang melakukan hal tersebut lalu menjadikannya buku, dengan tokoh utama (yang melawan sihir hitam) adalah ia sendiri. Satu-satunya mantra yang dikuasainya dengan baik yaitu Jampi Memori. Tapi saat ia akan menyerang Harry Potter dengan jampi memori-nya, mantra itu malah mengenai dirinya (karena tongkat yang ia gunakan adalah tongkat Ron Weasley yang direkatkan dengan selotip) di Kamar Rahasia
  • Profesor Remus John Lupin
    Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat Harry Potter dan Tawanan Azkaban [tahun ketiga Harry]. Ia adalah seorang manusia serigala (digigit oleh manusia serigala bernama Fenrir Greyback saat masih kecil). Salah satu sahabat dekat James Potter, ayah Harry. Ia mengundurkan diri dari Hogwarts pada akhir tahun ajaran karena identitasnya sebagai manusia serigala terbongkar.
  • Profesor Alastor “Mad-Eye” Moody palsu
    Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun keempat Harry. Sebenarnya adalah Barty Crouch Jr. yang menyamar dengan Ramuan Polijus. Dialah guru yang memasukkan nama Harry ke dalam Piala Api dan memberi petunjuk padanya sepanjang tugas-tugas Turnamen Triwizard.
  • Profesor Dolores Jane Umbridge
    Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun kelima Harry. Merupakan karyawati Kementerian Sihir dengan jabatan Asisten Senior Menteri. Setelah masuk Hogwarts, dia diangkat oleh Menteri Sihir [Cornelius Fudge] sebagai Inkuisitor Agung Hogwarts yang berhak membuat peraturan dan dekrit, dan pada akhirnya, menjadi Kepala Sekolah Hogwarts. Perawakannya digambarkan seperti kodok besar dengan mata berkantung. Karakternya sangat jahat, lebih jahat dibandingkan dengan Snape. Pada akhirnya dia keluar dari Hogwarts karena stress(?) setelah dihadapkan dengan sekawanan centaurus.
  • Profesor Horace Slughorn
    Guru Ramuan pada tahun keenam Harry. Merupakan salah satu sahabat lama Dumbledore yang dulunya merupakan murid Slytherin. Meskipun begitu, sikapnya menyenangkan dan suka berpesta. Ia adalah guru yang membeda-bedakan murid yang satu dengan yang lain. Ia sering tidak menganggap kehadiran Ronald Weasley. Prof. Slughorn adalah orang yang suka damai. Anak-anak yang dipandangnya memiliki kelebihan akan diundang ke pesta pribadinya dan langsung dijadikan anggota The Slug Club.
  • Argus Filch
    Pengurus Hogwarts yang dianggap menyebalkan oleh para murid karena menyukai segala kesempatan yang memungkinkannya menghukum mereka. Selalu berpakaian kumal dan compang-camping. Mempunyai seekor kucing bernama Mrs. Norris. Filch adalah seorang Squib (penyihir yang tidak bisa mengeluarkan kemampuan sihirnya).
  • Rubeus Hagrid
    Keturunan raksasa yang menjadi pemegang kunci dan pengurus halaman Hogwarts. Merupakan sahabat baik Harry, Ron, dan Hermione. Mempunyai kecintaan berlebihan pada hewan-hewan berbahaya. Tinggal di sebuah gubuk di depan Kastil Hogwarts dan memiliki anjing peliharaan bernama Fangs. Dia adalah orang yang menjemput Harry dari kediaman keluarga Dursley dan membawanya ke Stasiun King’s Cross untuk selanjutnya pergi ke Hogwarts untuk pertama kalinya. Hagrid kemudian diangkat menjadi guru Pemeliharaan Satwa Gaib menggantikan Profesor Kettleburn. Di tahun ketiganya menjadi murid Hogwarts, ia dikeluarkan dengan tuduhan melepaskan monster Basilisk, tapi ia tetap diijinkan tinggal di Hogwarts sebagai pengawas binatang liar.
  • Profesor Kettleburn
    Mantan guru Pemeliharaan Satwa Gaib.
  • Madam Pince
    Pustakawati perpustakaan Hogwarts. Galak dan amat taat pada peraturan.
  • Madam Poppy Pomfrey
    Penyembuh (kalangan penyihir tidak mempergunakan istilah “dokter” melainkan “penyembuh” dan mengartikan istilah “dokter” sebagai “orang yang suka memotong-motong orang”) di rumah sakit Hogwarts.
  • Madam Hooch
    Guru pelajaran terbang yang khusus mengajari murid-murid terbang dengan sapu terbang di tahun pertama, juga merupakan wasit tetap pertandingan Quidditch antar-asrama di Hogwarts.
  • Firenze
    Seekor centaurus penghuni Hutan Terlarang yang untuk sementara menggantikan Profesor Trelawney sebagai guru Ramalan pada tahun kelima Harry.

fLeUr DeLaCoUr

Fleur Delacour
Clémence Poésy sebagai Fleur Delacour
dalam Harry Potter and the Goblet of Fire.
Fleur Delacour
Jenis kelamin wanita
Warna rambut pirang-keperakan
Warna mata biru
Sekolah Beauxbatons
Keturunan Quarter-Veela (setidaknya)
Aliansi Order of the Phoenix (diduga); Bill Weasley
Diperankan oleh Clémence Poésy
Pemunculan pertama Harry Potter and
the Goblet of Fire

fLeUr DeLaCoUr

Fleur Delacour adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Pertama kali muncul dalam Harry Potter and the Goblet of Fire dan kemudian muncul kembali dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince serta kemungkinan besar akan muncul dalam Buku Ketujuh.

Fleur bersekolah di Akademi Bauxbatons di Perancis. Ia adalah penyihir yang berbakat terbukti dengan terpilihnya Fleur sebagai Wakil Beauxbatons dalam Turnamen Triwizard. Fleur digambarkan sebagai gadis yang luar biasa cantik, namun kontras dengan sikapnya yang arogan dan cenderung sarkastis. Ginny dan Hermione sering menyebutnya sebagai ‘Phlegm’, karena sifatnya yang dingin.

Namanya berasal dari frase bahasa Perancis fleur de la cour, yang artinya “bunga di halaman” atau , menurut J. K. Rowling, “wanita yang terhormat”. Nama ini bisa juga menggambarkan tentang kecantikan Fleur.

Dalam film, Fleur diperankan oleh Clémence Poésy.

[sunting] Latar Belakang

Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry, jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki seorang adik, Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.

Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar dengan aksen Perancis yang kental.

Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal yang memalukan. Biarpun hal ini terkadang menguntungkan, namun bisa juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena neneknya yang veela.

Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts, tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.

Fleur memiliki seorang adik bernama Gabrielle Delacour yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.

Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh Barty Crouch Jr.. Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar bahasa Inggrisnya.

Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur pelajaran privat).

Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk mengenal keluarganya. Molly Weasley tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih suka bila Bill jatuh cinta pada Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).

Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal akibat pengaruh veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh, biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.

Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley membaik setelah insiden ini.

Fleur dan Bill kemungkinan akan menikah di awal Buku Ketujuh. Di akhir Buku Keenam disebutkan bahwa Harry akan menghadiri pernikahan tersebut sebelum memulai misinya memburu Voldermort. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire Weasley. Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter melihatnya berciuman dengan anak laki-laki Remus Lupin dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.

ViKtOr KrUm

Nama Krum kemungkinan berasal dari Krum, seorang Khan yang memerintah Bulgaria di abad ke-9. Victor berarti pemenang, atau penakluk.

Krum adalah Seeker Tim Quidditch Bulgaria. Dia adalah pemain yang berbakat, terbukti dengan mampu menjadi tim nasional di usia yang sangat muda.

Krum dan beberapa teman sesama Durmstrang pergi ke Hogwarts sebagai kandidat untuk Tutnamen Triwizard. Krum terpilih sebagai juara Durmstrang. Krum menghadapi dua kenyataan yang bertolak belakang, yaitu sebagai wakil dari Durmstrang yang memiliki reputasi tidak begitu baik karena mengajarkan Ilmu Hitam kepada murid-muridnya; dan di samping itu juga menjadi pujaan (terutama bagi para gadis-gadis) karena reputasinya sebagai Seeker beken.

Dalam film, Rita Skeeter menyebutnya sebagai “Bulgarian Bon-Bon” (permen Bulgaria).

Tongkat sihir Krum terbuat dari tanduk dan pembuluh jantung naga. Panjangnya sepuluh seperempat inci (25,5 cm). Kreasi Gregorovitch, agak lebih tebal daripada yang biasa orang lihat, cukup kaku (komentar dari Mr. Ollivander).

Di Final Piala Dunia Quidditch antara Bulgaria dan Irlandia, ia menangkap snitch, meski kemenangan ada di tangan Irlandia.

Di Hogwarts, ia tertarik pada Hermione Granger. Krum sering mengunjungi perpustakaan Hogwarts hanya untuk melihatnya. Hermione di kemudian hari mengungkapkan bahwa …dia (Krum) pergi ke perpustakaan setiap hari untuk mencari kesempatan bicara denganku, tetapi dia tak kunjung punya keberanian. Di tugas kedua, Hermione menjadi orang yang harus diselamatkannya, yang menyebabkan Hermione sering diolok-olok sebagai yang paling membuat Viktor Krum kehilangan. Hubungan Krum dengan Hermione menyulut kecemburuan Ron Weasley.

Rita Skeeter menulis cerita tentang cinta segitiga antara Krum, Hermione dan Harry. Harry jengkel terus menerus menjelaskan pada orang-orang bahwa Hermione bukan pacarnya. Harry mengatakan pada Krum (yang agaknya cemburu padanya) bahwa Hermione adalah sahabat, bukan kekasihnya. Dan cerita yang ditulis Rita Skeeter tidak benar.

Dalam Tugas Ketiga, Krum dikenai Kutukan Imperius oleh Barty Crouch Jr. dan dibuat pingsan oleh Harry setelah nyaris menyerang Cedric Diggory. Di akhir Harry Potter and the Goblet of Fire Krum kembali ke Durmstrang, tanpa kepala sekolah mereka, Igor Karkaroff, yang kabur dari Hogwarts segera setelah mendengar Lord Voldermort bangkit kembali. Krum tidak muncul di seri kelima, tapi Hermione menulis setidaknya satu surat untuknya pada tahun tersebut, menandakan bahwa mereka masih saling kontak.

Banyak penggemar yang mengira bahwa akan ada adegan ciuman antara Hermione dan Krum di film keempat. Namun pada kenyataannya tidak ada ciuman diantara keduanya, baik di buku maupun di film. Tetapi Ginny Weasley berkata sambil lalu dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince bahwa mereka berciuman. Hermione, tidak seperti yang diharapkan Krum, tidak jadi mengunjungi Bulgaria selama musim panas diakibatkan situasi yang kacau setelah kembalinya Voldermort. Ron bertanya pada Harry apakah Hermione pernah mencium Krum. Harry yakin bahwa itu benar, namun tidak mengatakannya pada Ron.

Orang tua Viktor Krum sekilas disebutkan dalam bab Tugas Ketiga di Harry Potter and the Goblet of Fire. Disebutkan Krum mewarisi rambut gelap ibunya dan hidung bengkok ayahnya.

deAn ThOmAs

Dean berasal dari keluarga Muggle, terbukti dari tim sepakbola favoritnya adalah West Ham United. Rowling mengungkapkan dalam websitenya bahwa Dean dibesarkan oleh ibunya dan ayah tirinya, karena ayah kandungnya telah meninggalkan keluarga tersebut ketika ia masih kecil. Dean dibesarkan bersama sejumlah saudara tiri. Ketika Dean mendapat surat bahwa ia diterima di Hogwarts, ibunya mengira-ira bahwa ayahnya adalah seorang penyihir. Kenyataannya adalah, yang tidak pernah mereka ketahui, bahwa ayah Dean dibunuh oleh Pelahap Maut ketika ia menolak untuk bergabung dengan mereka. Rowling menuliskan cerita dimana Dean seharusnya mengetahui tentang hal ini dalam draf pertama Chamber of Secrets. Namun tidak jadi dimasukkan dalam cerita karena Rowling lebih menitikberatkan kisah tentang Neville, yang notabene lebih penting untuk plot utama.

Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, kita tahu bahwa ketakutan terbesar Dean adalah potongan tangan yang merangkak-rangkak.

Tidak seperti Seamus, Dean mempercayai Harry bahwa Voldermort telah kembali dan menjadi anggota Laskar Dumbledore di tahun kelima. Di akhir tahun ajaran, dia mulai berkencan dengan Ginny Weasley sampai menjelang akhir tahun keenam. Menurut Hermione hubungan mereka sudah tidak mulus selama beberapa waktu tapi pemicu putusnya hubungan mereka kemungkinan sebagai akibat dari ramuan Felix Felicis yang diminum Harry, yang mulai menyukai Ginny di awal Half-Blood Prince. Di tahun ini Dean juga menjadi Chaser menggantikan Katie Bell yang dirawat di St. Mungo karena insiden kalung.

CeDrIc DiGgOrY

 http://www.isleepinadrawer.com/archives/2005_11.htmlCedric Diggory (197724 Juni 1995), adalah karakter fiksi dalam novel seri Harry Potter. Cedric adalah kapten Quidditch (seeker) dan prefek dari asrama Hufflepuff. Ayahnya, Amos Diggory bekerja di Kementerian Sihir. Cedric digambarkan sebagai anak yang gagah tapi pendiam dan luar biasa tampan. Dia memiliki sifat rendah hati dan jujur. Tongkat sihirnya sepanjang 12,5 inci, terbuat dari kayu ash dan berisi sehelai rambut tunggal dari seekor unicorn jantan.

Dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire, Cedric diperankan oleh Robert Pattinson.

Ketika Harry kelas 3, Cedric adalah kapten tim Quidditch Hufflepuff yang mengalahkan tim Gryffindor gara-gara Harry jatuh dari sapu akibat serangan dementor. Ayah Cedric, Amos, sangat bangga atas fakta ini, bahwa Cedric mengalahkan Harry Potter yang terkenal, tapi Cedric jengah akan sikap ayahnya ini. Dan si kembar Weasley menunjukkan sikap tidak senang pada Cedric akibat kekalahan ini.

Dalam Harry Potter and the Goblet of Fire, Cedric terpilih sebagai juara Hogwarts dalam Turnamen Triwizard. Ketika Harry secara misterius terpilih sebagai juara keempat, Draco Malfoy membuat lencana mendukung Cedric Diggory untuk anak-anak Slytherin (Dukung Cedric, Juara Sejati Hogwarts, Potter Bau).

Pada tugas pertama, Harry memberitahu Cedric bahwa mereka akan menghadapi naga, karena hanya Cedric-lah, diantara keempat juara, yang tidak mengetahui apa tugas pertama bagi mereka. Dalam tugas tersebut, Cedric mentransfigurasi sebuah batu menjadi anjing untuk mengecoh naganya, tapi di tengah-tengah si naga kehilangan minat dan berbalik mengejarnya. Cedric berhasil mengambil telur emas, namun menderita luka bakar di pipinya.

Di Pesta Dansa Natal, Cedric mengajak Cho Chang, gadis cantik dari Ravenclaw yang juga disukai Harry.

Di tugas kedua, Cedric memberi petunjuk pada Harry bagaimana memecahkan petunjuk dalam telur emas sebagai balas jasa. Meski pada mulanya Harry kesal karena Cedric hanya menyuruhnya mandi di kamar mandi Prefek. Harry menganggap petunjuk dari Cedric tidak jelas, padahal di tugas pertama dia jelas-jelas mengatakan bahwa para juara akan menghadapi naga. Namun Harry berhasil memecahkan petunjuk tersebut berkat tambahan bantuan dari Myrtle Merana. Cedric berhasil menyelamatkan Cho dari dasar danau dengan mantra Gelembung-Kepala. Dia berhasil mencapai permukaan satu menit lebihnya dari waktu yang ditentukan, mendapat nilai 47 dan berada di tempat kedua.

Di tugas ketiga, Harry menyelamatkan nyawa Cedric dua kali dalam maze, dan ketika mereka sama-sama telah mendekati piala, Cedric merasa Harry lebih berhak untuk mendapatkan piala itu, meski itu berarti menguburkan harapan Hufflepuff yang jarang sekali memperoleh kejayaan. Namun Harry menolak, sehingga akhirnya mereka sepakat untuk menjadi juara bersama dan menyentuh piala tersebut bersamaan.

Piala tersebut ternyata adalah portkey yang membawa mereka ke Voldermort dan abdi setianya, Wormtail. Wormtail membunuh Cedric dengan kutukan Avada Kedavra. Ketika tongkat Harry dan Voldermort berhubungan dan menghasilkan efek Priori Incantatem, hantu Cedric yang muncul dari tongkat Voldermort meminta Harry membawa tubuhnya ke orangtuanya. Harry berhasil meloloskan diri dan membawa tubuh Cedric kembali ke Hogwarts.

Kementerian Sihir menutup-nutupi penyebab kematian Cedric dan mengatakan kematian itu karena kecelakaan. Di akhir tahun ajaran Dumbledore mengatakan kepada seluruh sekolah bahwa Cedric mati dibunuh Voldermort. Sebagai anak yang menunjukkan kualitas Hufflepuff, baik dan setia, pekerja keras, dan menghargai permainan yang jujur, segala usaha untuk berpura-pura bahwa Cedric meninggal karena kecelakaan adalah penghinaan bagi kenangan akan Cedric.

Kematian Cedric menyebabkan Harry merasa bersalah, karena ialah yang mengusulkan agar Cedric menjadi juara bersamanya. Harry menolak untuk membicarakan tentang kematian Cedric dan menawarkan uang hadiah Turnamen Triwizard kepada orangtua Cedric, dan mengatakan bahwa uang itu seharusnya milik Cedric. Namun orangtua Cedric menolak dan mengucapkan terima kasih karena Harry telah membawa tubuh putra mereka. Selama musim panas setelah tahun keempatnya, Harry dihantui oleh kematian Cedric dan memimpikannya setiap malam, tapi di tahun berikutnya sedikit demi sedikit dia berhasil mengatasi rasa bersalah dan kesedihannya.

Tongkat sihir Cedric berintikan ekor unicorn. Dalam Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, Ronan, centaurus dari Hutan Terlarang mengatakan “Selalu saja yang tak bersalah menjadi korban lebih dulu”. Yang dimaksud Ronan adalah para unicorn, namun dia bisa juga meramalkan pembunuhan Cedric.

Tulisan Sebelumnya »